Tampilkan postingan dengan label #writingchallenge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #writingchallenge. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Februari 2017

Discuss Your First Love (Writing Challenge #Day18)

Agak-agak gimana ya melihat tema writing challenge yang ke-18 ini haha, tapi karena sudah dituliskan sejak Desember 2015 (wkwk lama bet belum kelar-kelar), jadi yak dituliskan saja....

Sunny...Sunny...
Apa kabarmu? kabarku baik-baik saja.
- Cinta Pertama - BCL

Sepenggal lirik lagunya BCL mungkin yang pertama kali terbersit di pikiran ketika baca challenge ke-18 ini. Random banget.

Ngomongin cinta pertama. Ada baiknya kita definisikan dulu, cinta itu apa?
"Cinta itu..."
"Kalo cinta pasti...."
"Cinta adalah..."
dan sederet definisi lainnya yang kalau ditulis disini, bakal jadi lebih mirip jawaban essai ujian MPKT-A saking panjangnya.

Eh iya! kemarin baru dapet satu obrolan yang lumayan seru sama seseorang, seseorang ini umurnya lebih tua 5 sampe 7 tahun dah di atas gue. Dia bilang gini, "bener ya, lingkungan kita nentuin banget tingkat obrolan kita, bahasannya sejauh apa. Anak kuliah bahasannya apa sih? Jaman gue dulu (iya dia emang tua), obrolan satu angkatan bisa dikategorikan jadi 2 sub-kelompok, pertama kelompok yang suka ngomongin pendidikan, kedua kelompok yang ngomongin ekonomi. Yang kelompok pertama sekarang rata-rata jadinya guru, entah guru TK, guru PAUD, ikut SM3T, dll. Yang kelompok kedua rata-rata kerjanya di Bank. Yang kelompok pertama sekarang dukungnya Paslon nomer 3, yang kelompok kedua dukung Paslon nomer 2."

Yak! ini bukan ngomongin pilkada Jakarta sih. karena gue juga orang Depok! wkwk eh tapi kapan yak ini pilkada-pilkadaan kelar perangnya di medsos? Capek uey tiap buka Facebook, yang muncul berita-berita saling menyudutkan mulu. Satu berita negatif keluar, gak berapa lama keluar lagi klarifikasinya, eh muncul lagi jawaban pembelaannya. Gak kelar kelar sob.. Lieur pala aing. Terpujilah kau wahai Facebook, ada fitur unfollow, yang memungkinkan kita buat gak ikutin postingan seseorang yang kita gamau postingannya muncul di home kita. Medsosmu (sedikit) adem, pertemananmu juga adem.

Nah, balik lagi ke orang yang tadi, yang umurnya lebih tua 5 sampe 7 tahun di atas gue. Obrolannya jadi bikin mikir, "gue kalo sama temen sebaya, obrolannya apa ya?" terus mengingat-ngingat. Dia nanya lagi, "bahas cinta-cintaan gak? bahas musuh-musuhan antar temen gak?"
terus gue jawab, "yeu mang gue anak SMP."

"Nah! You exactly got my point!"
"he? maksudnya?"
lantas dia menjelaskan dengan panjang lebar maksud dari pernyataannya di atas...

gue ber-oh panjang.
"gue kalo ngumpul rame-rame mah malu buat bahas cinta-cintaan. Eh kalo cuma ke satu orang selow sih. tapi kalo musuh-musuhan? Pernah gak ya? Pernah deng sekali, waktu dua orang temen main bikin kelompok buat lomba, gak bilang-bilang, tau-tau kelompoknya udah jadi, tanpa gue. Terus gue ceritain ke orang lain, yang adalah temen curhat dari beda jurusan (tenang, dia ini cewek), gue cerita kalau saat itu kesel dan marah banget gara-gara gak diajak gabung satu tim lomba. Eh, responnya apa? DIA NGAKAK, ketawa gak berhenti-berhenti. Gue dibilang, "bocah banget sih, masalah gituan aja diurusin. Gak ada bahasan yang lebih penting apa? Udah yuk sekelompok ama gue. Boleh kan beda jurusan?"

Menghadirkan solusi daripada ikut larut dalam kekesalan gue. Mantap banget emang nih anak (Terus hari ini dia mau berangkat ke Korea. Rencana masak, rencana lari pagi, dan rencana lain-lainnya terpending sampai dia balik. Maafkan ogut (sok) sibuk...)

Sejak saat itu, gak mau lagi gue cerita-cerita tentang musuh-musuhan antar temen. Receh. Malu sendiri ceritanya...

Bener juga sih, "kayak gak ada bahasan yang lebih urgent buat dibahas aja."

Terus hubungannya sama tema postingan diatas apa? Gak ada. WKWK
ini supaya #Day18 nya ada tulisannya aja :P

dan, daripada ngomongin tentang cinta pertama, mendingan kita ngomongin tentang cinta terakhir. Aihh lebih mantaps kayaknya.

Tapi nanti ya, tunggu postingannya 3 sampai 4 tahun lagi.
Belum ketemu sama cinta terakhir-nya nih soalnya whehehehe

---

Minggu, 12 Februari 2017

Post 30 Fact About Yourself (Writing Challenge #Day17)

--- Tuliskan 30 fakta tentang dirimu ---

Karena paling susah adalah mengomentari diri sendiri, jadi....


Jadi.. ini 30 fakta tentang si yang punya blog ini :
1. Nama lengkapnya Atika Widiastuti, dimana seharusnya "Widia" dan "Astuti"-nya dipisah. Kata ibu, bidannya salah nulis di surat keterangan kelahiran, karena Akta kelahirannya ikutin tulisan di surat keterangan itu, jadinya "Widiastuti" insted of "Widia Astuti"
2. Biasa dipanggil "a" kalau di rumah. Mirip kayak pengucapan "aa" yang berarti "kakak laki-laki" dalam bahasa Sunda. Tapi untuk kasus ini, "a"-nya berasal dari huruf depan namaku, "A-tika". Wkwk bingung ya? ya pokoknya gitudeh. Jadi kalau di rumah, panggilannya cuma satu huruf, "a", dan Atika pun nengok.

3. Deadliner. Produktif kalau mendekati due date, tapi Alhamdulillah, selama 21 hampir 22 tahun hidup, engga ada yang engga selesai, meski ngerjainnya deadline (seingetku, ya. Tapi emang kayaknya engga ada). Karena meski deadliner, tapi tetap punya pertimbangan, dan deadliner-nya ada konsepnya gitu. Yah..pokoknya gitu deh.

4. Suka nulis, (berusaha) suka baca.

5. Suka fotografi, (berusaha) punya kamera sendiri.

6. Daripada beli, lebih suka bikin sesuatu buat orang yang disayang. Karena ada usaha disetiap pembuatannya, engga instan beli, jadi, kasih, udah. Hehe

7. Punya satu orang adik. Usianya 15 tahun. Sekarang kelas 1 SMA.

8. Waktu SD pernah ikut olimpiade Matematika, wakilin Jakarta Selatan. Tanpa sadar saat itu sedang mewakili Jakarta Selatan.............

9. Pernah masukin per rambut ke dalam hidung waktu umur 5 tahun, hasilnya sepanjang perjalanan dari rumah sampai klinik, tahan napas. Kapok banget. Kalau lihat per rambut gitu, jadi merinding.

10. 22 Tahun 2 bulan lagi. Tapi kayak gak berasa 22 tahun.

11. Tempat lahir dan tempat tinggal sama, di Depok. Tapi karena Depok baru jadi kota di tahun 1999, sedangkan gue lahir tahun 1995, jadi tempat lahirnya ditulis Bogor.

12. Introverted. Bisa dapat energi positif, dapat ide, dapat pemikiran apapun ketika sedang sendiri. Bukan berarti ansos, beda.

13. Suka banget baymax. Robot putih gendut di film Big Hiro itu

astaga.... baru tiga belas.....

14. Have an awesome single mother

15. Have a struggling father

16. Hal paling membahagiakan adalah ketika mencoret daftar to-do-list tiap akhir hari.

17. Kalau tidur, harus ditemani boneka

18. Blood type O.

19. an ISTJ and romantic-melancholy character.

20. Mau punya anak, yang suku kata depannya "Na" ; Namira, Nania, Nayla, Nasya, Nayara, Nala, etc

21. Kalau mager, bisa seharian do nothing. Kalau lagi rajin, ngelakuin apapun meski tanpa disuruh.

22. Moody-an, dan gak bisa nyembunyiin perasaan.

23. Gakmau disalahin, dan selalu berusaha menjelaskan keadaan meski gak diminta, untuk menghindari salah paham. Karena pemikiran orang-orang terhadap satu hal kan pasti berbeda-beda.

24. Suka banget makan mie tanpa dimasak, alias dimakan mentah, di-gado-in.

25. Suka nulis puisi, tapi gak suka baca buku puisi.

26. Gampang banget buat tidur, dimanapun.

27. "Kalau bisa minjam, kenapa harus beli?" he he he

28. "Kalau bisa dikerjain sendiri, kenapa meski repotin orang lain?"

29. Suka banget jalan-jalan

30. Konseptor, Eksekutor, Organisator? Organisator.

Kamis, 09 Februari 2017

Post About Your Zodiac Sign, and Whether or Not it Fits You (Writing Challenge #Day16)


Posting tentang Zodiakmu dan cocok atau enggak sama kamu?

Pertama kali kenal sama yang namanya zodiak adalah waktu SD, saat lagi booming-booming-nya tukeran file / orgy sama temen, ngumpulin kertas harvest dan adinata yang tebel dan cakep itu, tak lupa juga untuk menuliskan biodata pada masing-masing file kepunyaan temen ; makanan favorit (mafa), minuman favorit (mifa), dan kata-kata andalannya : LUPUS (Lupakan Urusan Pacaran Utamakan Sekolah). Anjay.. memori daun pisang banget.

Berlanjut ke SMP, dulu sering beli majalan Gaul yang ada kolom zodiak mingguannya, tak lupa juga tiap pekan nonton Planet Remaja di ANTV, dimana ada segmen khusus tentang ramalan bintang alias zodiak mingguan, dibacakan dengan backsound lagunya Keane - Everybody Changes. Btw, legend banget yak acara itu. Menunggu-nunggu gilirannya Aries dibacakan - iya, kelahiran April katanya zodiaknya Aries.
peace, love and gaul~


Giliran cocok, "ah iya! bener banget!
Giliran gak cocok, "wah pasti nanti kejadian nih."
Intinya, cocok gak cocok, yaa dicocok-cocokin aja. Cocoklogi.

Entah, kenapa dulu percaya-percaya aja sama gitu-gituan.
Padahal apa yang terjadi di langit sana, dan saat hari kelahiran kita gak ada hubungannya.
Yaa.. tapi pasti 'pernah percaya pada zodiak' pernah dialami sebagian besar umat manusia, terutama masa peralihan dan masa pencarian identitas *ifyouknowwhatimean

Tapi itukan sebelum tau, nah sekarang udah dikasih tau nih...
Percaya sama zodiak itu gak boleh teman-teman, karena sama aja dengan syirik. Padahal jelas-jelas, yang mengetahui perkara gaib, bagaimana nasib kita di hari esok, lusa, dan seterusnya itu hanya Allah SWT. Masa' sih kita sebegitu gampangnya mempercayai nasib baik dan buruk kita pada ramalan-ramalan 'yang menggeneralisir', cuma dibagi ke dalam 12 'sub-nasib' dan gak jelas pula kan siapa yang meramalkannya?
Postingan kali ini ditutup dengan pernyataan : Atika gak percaya zodiak. Jadi gak tau cocok atau enggak. Tapi ada satu yang pasti. Atika seorang Melankoli dan ISTJ.

Hah?? Melankoli? ISTJ? Apa lagi itu? Nanti kapan-kapan kita bahas ya! haha

*kamis pertama di pekan kuliah
semester delapan dengan 12 sks
bismillah



#Day15 disini

Minggu, 08 Januari 2017

Something You Don't Left the House Without (Writing Challenge #Day15)


HALLO! Kembali lagi.

Alhamdulillah sekarang udah Januari lagi, dan menyadari bahwa Aku gak bisa istiqomah nulis #writingchallenge ini. Iyasih sekarang masih Januari, tapi udah berganti tahun. udah satu tahun berlalu dan masih di #Day15

Tema #Day15 adalah something you don't left the house without - sesuatu yang kalau kamu keluar rumah gak pernah ketinggalan dibawa.

Guess what? Gue kasih clue deh lewat flashback-an di paragraf-paragraf dibawah ini~
Barang ini, menjadi barang wajib yang gak pernah lupa dibawa, meski misalkan cuma ke warung tetangga beli jajanan. Kalau gak bawa rasanya kayak ada yang kurang aja.

Eh, jadi kepikiran flashback haha
Dibanding anak-anak bocah jaman sekarang, kapan sih pertama kali anak-anak angkatan kita (angkatan 90an akhir) punya barang ini?

Kalo gue, gue inget banget! Pertama kali gue punya itu waktu kelas 6 SD, dibeliin karena juara kelas. HP pertama waktu itu adalah Nokia 2626, fitur terkeren saat itu adalah recorder suara! Seseneng itu dulu bisa ngerekam diam-diam suara cem-ceman waktu SD, terus di-play terus-terusan xD (you know kan artinya cem-ceman? haha). HP ini ending-nya bukan hilang, tapi rusak. Ini HP yang menemani dari kelas 6 sampe SMP. Nah yang kayak gini penampakannya :

Hasil gambar untuk nokia 2626
sumber klik


Masuk SMA, lagi trend banget HP qwerty blackberry, dan karena waktu itu harganya cukup mahal, maka demi memenuhi keinginan punya HP qwerty, jadinya dibeliin blackberry-kw alias china punya, haha. Merknya D-One. D-One DG628 model Javelin. Warnanya merah dan norak banget! haha ini tertipu box-nya sih, karena di box nya merah maroon pas dibuka merah darah. Hemm.. HP ini hilang waktu LDKR acara Rohis SMA. Bukan cuma HP gue aja, karena seluruh HP peserta hilang, 24 buah! dimaling. udah lapor polisi sih, tapi yaudah diikhlaskan saja.
Hasil gambar untuk D-One DG628 merah javelin
sumber klik

Selanjutnya... sempet gak pegang HP karena gak enak juga minta dibeliin paska hilangnya hp D-One. Akhirnya dipinjemin HP sama sepupu, HP sejuta umat yang tahan banting dan baterenya awet banget. Yap! Nokia 3310, yang kayak gini penampakannya :
Hasil gambar untuk nokia 3310
legend banget nih hp!

Setelah itu, akhirnya dibeliin HP lagi. Nokia. Tapi lupa spesifikasinya apa... hp ini lucu! memorinya cuma 10 MB, akhirnya cuma bisa buat menampung 8 lagu playlist. kalau mau save lagu baru, harus relain lagu lama dihapus. HP ini berakhir karena rusak dan ada di tukang service tanpa pernah dicari tahu lagi bagaimana kabarnya hehe



yang dilingkari, lupa type apa.



Menjelang akhir SMA, waktu itu Samsung lagi jadi trend banget. Nokia yang gak salah apa-apa, tau-tau 'tergusur'. Dan inilah HP yang menemani akhir-akhir SMA menjelang kuliah. Samsung Champ! ini kayaknya gue punya sebelum HP touchscreen jadi trend. Jangan salah, ini HP touch loh, meskipun lebih bisa dibilang mesti di-pencet ketimbang di-sentuh sih layarnya.
Hasil gambar untuk samsung champ pink
cantik banget pink imut-imut
Waktu itu, awal masuk kuliah, gue gak langsung gabung ke grup-grup angkatan dikarenakan champ masih java, gak mendukung ada WA, apalagi Line. Nah selanjutnya adalah pengganti di Champ yaitu Samsung Galaxy Young, Alhamdulillah ini awet lumayan lama. Sampe sekarang, HP ini kalau di-charge masih kedip-kedip, tapi layarnya gak menampilkan tanda-tanda kehidupan apapun, kadang sesekali juga alarm-nya masih suka bunyi. Udah sering banget diservice dan yaudahlah.
Hasil gambar untuk samsung young
sumber klik disini

Dan karena waktu itu banyak kegiatan yang mengharuska punya HP yang RAMnya mumpuni, enggak sih sebenernya, kepengen yang kamera nya bagus aja hehe. Akhirnya beli Acer Zenfone-C. Dan ini dia HP yang hilang di kereta pas mau berangkat Kerja Praktek itu huhu. Nyesek juga sih ya. Jadi gak bisa berkegiatan apa-apa rasanya kalau gak ada HP.

Hasil gambar untuk acer zenfone c biru
KLIK!



Nah, karena HP yang terakhir hilang dicopet, jadi status gue saat ini adalah gak punya HP, hehe. Gak punya bukan berarti gak pegang. Karena sekarang gue tetep pegang HP. Kebetulan diamanahkan jadi markom (marketing dan komunikasi) nya Yayasan Rumah Iqro Insani, jadi gue pegang HP yayasan. Xiaomi Redmi 2. Ini HP RAMnya gede, semua apps medsos gue double-in pake parallel apps (aplikasi pengkloning apps), jadi WA, Line, FB, IG, dan akun medsos lainnya serba dua, punya yayasan dan punya gue. Dan kalau misalnya orang dibagian markom diganti, ya siap-siap aja HP ini bakal pindah tangan dan mesti nabung biar punya HP sendiri hehe
Hasil gambar untuk xiaomi redmi 2
Klik sumbernya
***
So, something that I don't left the house without, jawabannya adalah....HP!

#Day14 disini
#Day16 disini

Kamis, 15 Desember 2016

Post Your Favourite Movie that You Never Get Tired of Watching! (Writing Challenge #Day14)

Kamis, 15 Desember 2016
Hari ini, hari keempat Atika gabuts secara akademis. Sebenarnya dua pekan  ini pekan UAS, tapi UAS di pekan ini baru ada besok, alias hari Jum'at. Jadi dari Senin-Kamis ini kerjaannya adalah merencanakan revisi-revisi tubes dan nonton drama korea saja, hehe gak ding, Atika tetap mengerjakan yang seharusnya dikerjakan, tapi porsi pengerjaannya dikurangi karena..........merasa masih punya banyak waktu HAHAHA KETAWAIN AJALAH :(

Oh iya! Perkara seminar skripsi, Alhamdulillah Atika sudah mendapatkan judul dan mendapatkan Professor pembimbing yang MasyaAllah baiknya :") dan ceritanya udah merencanakan untuk ambil lagi matkul spesial seminar di semester depan karena semester ini sepertinya gak ke-kejar gitu. Eh tau-taunya, udah di-plot oleh para dosen, bahwa Atika akan sidang seminar skripsi tanggal 13 Januari 2017! Hahaha ketawain lagi ajalah :(

Oh iya lagi!
Laptop-ku Alhamdulillah ya sudah baik. Setelah sekian lama setiap pakai laptop harus selalu dekat colokan listrik dan pakai kipas angin karena setiap kali panas sesuka hatinya banget mati tiba-tiba hahaha

Oh iya lagi deh, ini terakhir!!
Ibuku sempet sakit semingguan kemarin, Chikungunya. Iya, sama kok, awalnya juga aku kira itu penyakit kaki gajah, ternyata beda, hehehe kaki gajah itu filariasis. Chikungunya itu.....search sendiri deh ya di google. Intinya hampir semingguan ibu gak bisa jalan karena sendi-sendi kakinya lumpuh layu. Alhamdulillah sekarang udah sehat lagi :")
Dan tau gak tentang drama "It's Okay, That's Love?" not cheesy love drama, actually. Little bit 'heavy''. Setelah nonton dan lihat bagaimana interaksi Jae Yoel terhadap Kang Wo, karena schizophrenia-nya, dan gimana Hae So dan lingkungannya bisa buat dia sembuh.. Aku jadi merasa bersalah sama seseorang :"

Dan! Karena sudah di-mention tentang satu drama korea di paragraf sebelumnya dan sesuai dengan judul postingan ini, maka kita sudahkan prolognya dan mari menuju ke inti tulisan hahahaha prolognya panjang banget 


****
Post your favourite movie that you never get tired of watching! - Ceritakan tentang film kesukaanmu yang kamu gak bosen-bosen nontonnya!
Bukan film sebenarnya, tapi drama hehe gapapa ya, there's similarity kan? dan bukan kategori 'gak bosen bosen buat ditonton' sih, karena gue juga nonton ini cuma sekali. Cuma drama ini daebak banget!
Judulnya adalah....PINOCCHIO!


Mengutip dari asianwiki dan diceritakan dengan bahasanya Atika, Pinocchio bercerita tentang seorang anak yang pinter banget, namanya Ha-Myeong, yang punya Ayah seorang pemadam kebakaran yang hampir selalu dapet penghargaan karena jasanya. Suatu ketika, terjadi kebakaran di sebuah pabrik waste chemical gitu, Ayahnya Ha-Myeong dan tim ke sana setelah dapet telepon dari salah satu pekerja pabrik, katanya masih ada pekerja yang terkepung di dalam gedung yang terbakar itu.

Ketika tim udah masuk ke gedung yang terbakar, ternyata ada miskomunikasi antar si pekerja, ternyata mereka semua udah di luar gedung, dan selamat. Sementara di dalam, Ayah Ha-Myeong dan tim masih aja terus mengevakuasi korban. Gedung meledak, dan semua tim pemadam kebakaran meninggal saat itu juga.

Karena takut dikira bikin laporan palsu dan menanggung semua kesalahan yang bikin pemadam-pemadam kebakaran ini meninggal, si pekerja tadi lapor ke polisi dan bilang kalau mereka udah berusaha mencegah Ayah Ha-Myeong buat masuk ke gedung kebakar itu tapi dia tetap masuk dan bawa timnya.

Cerita berjalan dan akhirnya mereka dapat kabar kalo Ayahnya Ha-Myeong masih hidup, berdasarkan kesaksian seorang Pinocchio. Nah Pinocchio disini ceritanya sebuah sindrome gitu, dimana seorang pinocchio, bakal cegukan saat itu juga kalau dia berbohong atau ketika ia merasa ada yang ga sesuai antara hati dan ucapannya sendiri. Sindrome fiktif. Tapi kalau beneran ada, seru kali ya, haha

Nah karena kesaksian Pinocchio yang gak mungkin bohong itu, ayahnya Ha-Myeong di blaming habis-habisan karena dianggap teledor dan membawa bahaya ke anak buahnya.

Mikir gak sih...si bapaknya Ha-Myeong ini udah sebegitu bener loh kerjanya sebagai pemadam kebakaran, tapi kenapa di-blaming habis-habisan kayak orang paling salah sedunia? Gue nontonnya geregetan abis haha, media tiap hari giring opini publik buat ikut-ikutan blaming bapaknya Ha-Myeong, padahal kalau dicermati ya..yang harusnya dijadiin highlight berita itu bukan tentang bapaknya si Ha-Myeong tapi KENAPA ITU PABRIK BISA KEBAKARAN????

Nah gara-gara masalah ini, ibunya Ha-Myeong depresi gitu dan akhirnya bunuh diri, sedangkan si Ha-Myeong ditemuin di laut sama seorang kakek yang anaknya udah meninggal 30 tahun lalu, karena menyangka itu anaknya yang udah meninggal, Ha-Myeong akhirnya dirawat sama si Kakek, dan namanya berubah jadi Dal-Po, dan berpura-pura jadi bodoh karena anak si kakek yang udah meninggal ini aselinya bodoh dan nutupin semua identitas dirinya. Sang kakek punya anak lagi, dan punya seorang cucu perempuan, namanya In-Ha, nah si In-Ha ini seorang pinocchio.
Sang kakek, Dal-Po, In-Ha dan ayahnya tinggal bareng. In-Ha punya ibu, tapi udah pisah sama ayahnya dan related to Ha-Myeong story, Ibunya In-Ha ini adalah salah satu reporter yang habis-habisan blaming bapaknya Ha-Myeong dulu. Orang paling dibenci yang gak bisa dia lupain.

Setelah mereka gede, In-Ha dan Dal-Po ini memutuskan buat jadi reporter karena alasan masing-masingnya, tapi In-Ha terkendala karena pinocchio-nya itu. Mana mungkin seorang pinocchio jadi reporter? Apa jadinya kalau dia kasih berita 'tanpa bumbu'??

......Dan udah bisa nebak ceritanya bakal kayak gimana belum? Hahaha gak segampang itu ketebaknya kok. Highly recommended banget buat yang butuh tontonan gak berat dan tapi menghibur dan ada pesan di dalamnya.

For your infomation aja, ini pemain-pemain Pinocchio :
sumber : klik

Tapi Lee Jong-Suk enggak serta merta jadi ganteng gitu, ada beberapa episode di awal yang bikin  kita bertanya-tanya kapan dia potong rambut :(
spoiler sumber klik!



Dan....inti dari kenapa gue suka banget sama drama ini adalah karena PERANAN MEDIA di drama ini tuh fit in our current state banget sumpaaah!!! sampe gue update di facebook, biasanya sih kalo nonton drama diem-diem aja. Hehe

...dan Seo Bom-Jo, dia adalah second male lead di k-drama yang gabisa bikin kita benci, sebel, atau yang sejenisnya dan justru bikin berharap dia yang jadi sama In-Ha. Tapi ceritanya bukan tentang Bom-Jo,toh? Haha dan tentang per-dramaan media di drama ini, di akhir cerita, lo bakal gak nyangka se-enggak nyangka itu ama emaknya Bom-Jo.

Pernah gak sih, sesekali kalo nonton sinetron, drama atau apapun, ada kepengen gitu tokoh protagonisnya jadi 'jahat' sekali aja, buat balas dendam(?) haha. Gak bisa dong orang itu terus-terusan baik
Nilai : 9.5/10
karena meski ceritanya bagus, endingnya gak sesuai ekspektasi penonton jahat kayak gue :(

***
Sudah #Day14 nya
#Day13 disini
#Day15 disana
yang dicoret, anggap aja gabaca. tapi gapapa sih kalo mau baca. haha
Have a nice day, terimakasih sudah mampir dan baca! :)






Kamis, 10 November 2016

What are You Excited About? (Writing Challenge #Day13)


HALLO!

Karena diriku belum tidur di jam segini, dan saat ini koneksi wiifii kost-an sedang bagus-bagusnya dikarenakan beberapa penghuni lain sudah terlelap, maka aku memutuskan untuk berceloteh disini, melanjutkan Writing Challenge yang terabaikan sejak bulan Januari, hehe. Padahal judulnya 30 Day Writing Challenge, tapi sekarang udah lebih dari 300 Day terhitung dari awal Januari x.x
Tulisan terdahulu ada disini!

What are you excited about? - Kamu bersemangat dalam hal apa?
Jadi, entah awalnya dimulai sejak kapan, gue jadi seneng banget sama yang namanya Fotografi! Kalau sebelum-sebelumnya lebih suka jadi objek foto, sekarang lebih suka jadi subjek foto, orang yang mengabadikan momen orang lain. Entah, lebih bahagia rasanya.
Awalnya sih karena likes di medsos, tapi makin kesini makin enjoy.
Dan karena harga kamera itu masyaAllah mahalnya x( kesenangan baru ini jadi terasa bermodal sekali.

Di awal-awal sangaaaat suka foto-foto lansekap, foto-foto pemandangan dan yang sejenisnya, yang misalnya ada manusia di dalam fotonya pun bukan karena ia bergaya, atau sengaja di foto, tetapi diambil tanpa sepengetahuan si manusia, candid. Lebih terasa natural aja. Lalu makin kesini, jadi kepengen belajar juga foto yang objeknya manusia, human interest.

Terus dikasih banyak buku tentang fotografi sama seorang kakak. Udah gue rangkum di notes kecil buat catatan pribadi, jadi serasa paham gitu sama kamera dan teknik-tekniknya. Tapi ya......pas dihadapkan sama kamera nya langsung, masih suka kagok, sih, semua materi yang awalnya udah paham, jadi menguap dan hilang seketika dari ingatan, haha.

Tapi gue bakal terus belajar kok!
Gak ada yang sia-sia selama kita bersemangat mempelajari sesuatu #eahaha

"One fine night has passed."

"Orchidaceae."

"Doni Ais Pre-Wedding Photo"

"I am Indonesia."

"Pilihan Rakyat."

"Archery."

Credit belongs to me.
#Day12 disini
#Day14 disana

Rabu, 23 Maret 2016

Five Blessing in My Life ( Writing Challenge #Day12 )

Mungkin ini agak gak nyambung sama judulnya sih. Tapi, ini sama-sama tentang blessing in my life kok :)

Kamu...pernah gak dalam hidup tuh rasanya keseeeeeel banget? Kayak ngelakuin apa aja tuh rasanya gak pas di hati. Paling enak bikin orang lain tersinggung dan kesel. Iya, se-keluar gitu aja kata-kata menyakitkan dari mulut ini. Pasang muka bete seharian, supaya dikira makhluk paling banyak beban sedunia, sedangkan yang lain gak punya beban. Sambil terus-terusan memikirkan ulang, "apa arti kebahagiaan?" Kalau pernah, gak papa, wajar kok, manusiawi.
Karena percaya atau tidak, di semester enam ini, yang baru berjalan sampe menjelang UTS ini. Aku udah mengalami hal-hal diatas empat kali. Haha lemah! ya memang~

Keberkahan, kebahagiaan, sebenarnya kan bukan ditunggu ya. Tapi di buat sendiri. Semacam "Jangan nunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah maka kamu akan bahagia." Nah, pola berpikir kalau udah lagi ngerasain hal diatas tuh suka kebalik-balik. Emang kita tau yang benar itu gimana, tapi gak ada keinginan untuk menjalaninya, kayak pasrah aja sama keadaan, menyalahkan keadaan, kalah sama ego. 

Tiap pekan sebenarnya ada wadah untuk me-recharge semangat, tapi sudah beberapa kali secara berturut-turut aku lewatkan ; waktunya dipakai untuk mencari-cari tempat kerja praktek. Iya, se-enggak bisa itu cari proyek di weekdays. Lantas mengorbankan waktu melingkar. Hilang satu media me-recharge.

Kumpul, dan teman berkumpul. Lebih sering berkumpul dengan teman-teman untuk mengerjakan tugas, bukan lagi kumpul untuk mendapat asupan-asupan hati, tapi sepenuhnya berkumpul untuk menyelesaikan suatu deadline. Entahlah, memang sebegitunya tugas-tugas ini, atau Aku (kami) saja yang tidak pandai mengatur waktu? Hilang lagi satu media me-recharge.

Di kost-an pun, ibadah yaumiyah seadanya, bukan semaksimalnya diri. Tilawah? yang penting hari ini udah baca. Solat? yang penting 5 waktunya ontime. Tahajud? ah, itu sunnah. Dhuha? besok deh, targetan minggu ini kan 2x doang. Baca buku? Ah mana sempet. Hafalan? Gak kepengen nyetor kok.
Berasa dewa ngatur-ngatur takaran ibadah, ckck
Hilang banyak media me-recharge.

Tapi pasti ada, satu kejadian yang menjadi titik balik itu semua. Akupun. Di pertemuan melingkar yang entah setelah berapa kali aku lewatkan, Aku mendapat sebuah tamparan. Keras sekali rasanya.
"Kumpul melingkar kayak gini, sebenarnya bukan perkara transfer ilmu, kita semua mungkin lebih banyak dapat ilmu di tempat lain. Pun mungkin ilmu antum lebih banyak daripada murrobi antum disini. Tapi ini perkara transfer semangat. Trasfer ilmu tanpa transfer semangat, buat apa?"

maka selesai itu, sepulangnya dari situ. Aku tulis lagi targetan-targetan untuk menghadirkan lagi ruh-ruh semangat itu. Memanggil kembali bahagia yang diawal aku pertanyakan. Kan kamu sudah tau kalau kamu salah cara berpikir, kenapa tak di luruskan?
Jangan tunggu bahagia baru tersenyum. Tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia.


----
di sela pengerjaan PALDOM
23 Maret 2016
Kukusan Teknik

Rabu, 16 Maret 2016

Something you always think "What If.." about ( Writing Challenge #Day11 )

Sesuatu yang bagaimana jika......
In the past, I always wondering about what if :
1) My parents didn't take 'that' consequence
bukan, bukan bertindak sebagai anak yang masih memberontak. Hanya kadang terlintas di fikiran saja, bagaimana jika mereka tidak mengambil keputusan itu? Akankah Atika menjadi Atika yang sekarang?

2) I became a vocational school instead of high school graduates
Dulu, Ibu kepengen banget Aku masuk SMK, supaya langsung kerja setelah lulus. Lalu Aku bersikukuh mau SMA agar nantinya kuliah ; aku masih mau belajar belum mau kerja. Dan jika dahulu itu terjadi, Akankah Atika menjadi Atika yang sekarang?

3) I was born to be the second child
Atika jadi anak kedua, atau bisa dibilang akan menjadi adik, bukan seorang kakak.

Suka random kepikiran sih, tentang parallel universe yang katanya, dari berbagai opsi yang datang pada kita, lalu kita memilih satu dari berbagai opsi itu, maka jadinya kita yang sekarang ini. Tapi berbeda hasilnya jika memilih opsi yang lain, maka jadilah kita yang lain.
Contoh misalnya begini, Kamu diterima di dua universitas, sebut misal UI dan UGM. Lalu kamu memilih UI, maka jadilah kamu yang sekarang. tapi akan berbeda kalau kamu memilih UGM, nah di "dunia paralel" itu, bisa jadi "ada" jalan hidup kamu yang lain, jika dulu kamu memilih UGM. Berjalan berdampingan, paralel, tapi kamu hanya bisa hidup di salah satunya (hanya di jalan hidup UI atau di jalan hidup UGM), engga bisa dua-duanya.
Kebayang gak?

Tapi, sesuatu yang sudah terjadi jangan melulu di-"bagaimana jika"-kan terus, nanti setan membisikkan penyesalan, terus bisa membuat kita menjadi pribadi yang kurang bersyukur. Jadi, daripada membayangkan masa lalu yang sudah terjadi dan tidak bisa diubah itu, akan lebih baik jika kita membuat angan-angan untuk masa depan saja!
And about my "what if" in the future, I can't share it at this post. I keep it for myself. hehe

Tapi....
sumber : dokumentasi pribadi, 2016


---------
Atika Widiastuti
16 Maret 2016


Selasa, 15 Maret 2016

My First Celebrity Crush ( Writing Challenge #Day10 )


Bicara tentang first celebrity crush, sebut saja namanya Bisma Karisma! si kurus cungkring yang kusuka ketika gondrong, dahulu berbehel tapi sekarang sudah tidak. haha duh gue malu rasanya nulis begini, tapi baiklah. Bagaimanapun Mangmbis (Sapaan buat Bisma, singkatan dari mamang Bisma, haha) pernah mewarnai masa-masa SMP dan SMA-ku (dan mungkin masih sampai sekarang).

[Alert! : Deskripsi yang gue tulis di sini murni dari hasil ingatan aja, gak ada yang googling lagi, jadi mungkin datanya sudah tidak relevan, ehehehehe] 

Bisma Karisma, yang dari namanya sudah ketara banget kalau dia ini adalah orang Sunda, lahir di Bandung pada tanggal 27 November 1990, berarti tahun ini usianya sudah menginjak 26 tahun! Oh Mang, Kamu sudah tua juga ya :") Cepetan nikah sana, hehe.
Bisma anak kedua dari dua bersaudara, punya seorang kakak yang bernama Mega, sudah menikah beberapa waktu lalu, (ini gue tau karena kakaknya jadi friend di Facebook gue). Kakaknya enggak so ngartis, kayak orang biasa aja. Info tentang pendidikan terakhirnya yang diriku tahu, ia cuti kuliah karena sibuk di SMASH, tapi itu dulu, sekitar 2011.

Nah! Awal suka sama Bisma itu karena SMASH, kalau kamu enggak tau SMASH itu apa, SMASH itu boyband lokal indo yang bisa dibilang jadi 'raja' kembalinya era kelompok vokal di tahun 2010an, cuma karena sedang tren-nya boyband korea, yang notabene selain nyanyi juga menari, maka jadilah SMASH pun begitu, mengikuti arus pasar musik, katanya. Karena cukup susah menyanyi yang stabil saat menari maka sering mereka tampil dengan lypsinc. Sebenarnya bukan karena pertimbangan itu aja sih, karena kalau tampil off air, SMASH jarang lypsinc, kenapa? karena panitianya prepare, menyediakan sound yang channel mic-nya sesuai dengan jumlah member SMASH, beda halnya saat on air, perlengkapannya menyediakan mic seadanya, jadi ya lypsinc jadi pilihan yang diambil.

Meski mereka menolak berkiblat pada korea, nyatanya kadang dalam beberapa kesempatan, fashion mereka ke-korea-an banget, tapi ada satu orang yang beda diantara 7 orang itu, di awal kemunculan SMASH, mataku sudah terpaut pada satu sosok yang beda daripada yang lain itu, dandannya biasa, gak macem-macem, sesederhana yang seharusnya. bahkan lebih sering gak dandan. Yang paling gak bisa diem tenang kalau di stage atau sedang diwawancara, dialah Bisma!
BISMA : pojok kiri atas pake kacamata, yang rambutnya gondong~
Maka jadilah~
Setiap ada SMASH muncul, sesungguhnya bukan SMASH yang ku tonton, melainkan Bisma-nya!
Oh iya, Bisma punya satu ekor monyet, hewan peliharaannya, Moghula Odotho namanya, dipanggilnya Odoth, tapi enggak tau sekarang masih jadi peliharaannya atau enggak..
Spoiler for Odoth
Sekitar tahun 2014-2015, era boyband girlband sudah mulai tidak menjadi tren lagi, berganti lagi dengan musik melayu (kalau tidak salah), malah lebih ke dangdut, kalau kita lihat dari yang sering muncul di TV ya...
Tapi SMASH enggak bubar gitu aja, meski salah satu membernya out dan SMASH jadi cuma berenam. Masing-masing personelnya bersolo karir, termasuk Bisma. yang memang dari awal memiliki interest terhadap musik.

Bisma di tahun 2015, lebih menjadi seorang yang Bisma banget. Ya memang Bisma begitu. Aku yang sudah menjadi biasa aja, kalau terus-terusan stalk dan ikutin update-annya dia, bisa jatuh hati lagi. Haha. Aku subscibed youtubenya, dia sering bikin project cover lagu-lagu, pun pernah mengeluarkan single. Liriknya kadang 'absurd', Yaa pokoknya Bisma banget deh.

Ada satu fakta yang udah jadi pengetahuan umum buat kita para Bismaniacs (sebutan buat fans-nya Bisma), kalau telunjuk kirinya Bisma tinggal separuh. Putus. Kejadiannya jauh sebelum Bisma jadi member SMASH, dikeroyok geng motor begal yang kebetulan, pas betul ia sedang melintas di lokasi itu.
sumber tercantum difoto ya.

Di 2016 ini, Bisma membintangi sebuah film layar lebar, JUARA THE MOVIE judulnya. Jadi mari kita tunggu saja, kalau nanti aku menontonnya, akan Aku update disini deh. hehe
trailer from Youtube

Beberapa lagu yang dicover Bisma, sisanya cari sendiri di Youtube ya hehe

Ed Sheeran - Thinking Out Loud cover (Bisma dan Alika)

SID - Kuat Kita Bersinar cover


So, for you.. My Bisma Karisma
Thankyou for accompanied me through my transition period ; junior high scholl, senior high school and now, I am at the college.
Maybe now, it's not the time anymore ; to follow all about your activities, yelling if you are play the guitar and singing, having you as my bedroom's wallpaper, to be jealous if you are close to someone or be the one who always watching you if your are on TV!

Thank you to be as simple as you, thank you for being you.
Best regards from me,
your-five-years-smile lovers (and still counting)
--------------
Akhirnya Aku memulai lagi tulisan berseri ini! haha sedih sih, padahal tantangan dari dan untuk diri sendiri untuk bulan Januari, tapi coba lihat, sekarang sudah bulan apa? Maret.................-_-
ternyata ya, menulis perlu juga mood dan keluangan waktu! #iyalah haha So, Alhamdulillah #Day10 berlanjut. masih ada 20 Day lagi hehe semangat~

Atika Widiastuti
15 Maret 2015
Kukusan Teknik

Senin, 11 Januari 2016

Minggu, 10 Januari 2016

Share Something You Struggle with ( Writing Challenge #Day8)

#Day8 Share something you struggle with : 

Berjuang, entah berjuang dengan dan untuk apa. Yang dia tahu, ia selalu harus meyakinkan diri akan hal itu, bahwa meski itu terjadi lagi, semua akan baik-baik saja. Karena nyatanya, kejadian itu pasti berulang, dan setiap kejadiannya, terlewati juga olehnya, meski memang tidak pernah mulus dan baik-baik saja.

Berjuang, entah ini disebut perjuangan atau bukan. Sesuatu yang sangat ingin Ia lepas dalam kehidupan, tetapi tidak bisa. Bukan terhalang suatu apa, tetapi memang tidak bisa. Yang satu ini, telah memberi penghidupan padanya, restunya harus selalu ia cari hingga hanya maut yang dapat memisahkan.

Dulu, pertama kali. Terlihat jelas saat dirinya berusia 1 SMP. Kejadian pertama, dari kejadian yang berulang itu. Bocah kelas 1 SMP, bukan romansa keluarga, atau juga romantisme cinta monyet yang dihadapinya, tetapi sesuatu yang bahkan dirinya sendiri tidak paham.
Ia ketakutan, bahkan sangat. Entah harus mengadu ke mana, berkeluh kesah ke siapa. Hanya bisa menangis. Tangisan anak kelas 1 SMP.

Waktu berlalu, si anak menjadi dewasa dengan sendirinya, ia mulai paham, ia mengerti apa yang terjadi. Kejadian kedua, kejadian ketiga, ia tak bisa hanya tinggal diam dan membiarkan kejadian ini berlalu dengan sendirinya, lantas berulang lagi di waktu yang entah ia tidak tahu kapan.

Ia berontak, menyalahi keadaan, seolah seluruh kehidupan tidak ada yang bisa mengertinya. Keluarga, lingkungan terdekatnya, nyatanya tidak bisa memberikan kenyamanan seperti yang ia selalu lihat di keluarga teman-temannya, tetapi baiknya, ia tidak terpengaruh pergaulan buruk. Ia yakin, pasti ada hikmah dari kejadian-kejadian ini.

Puncaknya saat menjelang UN SMA. Konsentrasinya pecah, tidak bisa fokus tentuk saja. Yap. kejadian ini berulang lagi. Ada satu yang akhirnya membuatnya tambah mengerti, surat dari dokter yang bertuliskan ; Schizophrenia.

Kata asing, yang coba ia cari tahu sendiri. Mulai saat itu, kehidupan tidak lagi sama. ia harus memposisikan bukan lagi dari sudut pandangnya saja. Berkecamuk memang, harus memutuskan harus memposisikan diri dimana, sebagai anak, sebagai teman, sebagai seseorang yang (mungkin) telah banyak tau tentang kata asing itu dibanding anggota keluarganya yang lain.

Oktober 2013. Keputusan berat yang terbaik telah diputuskan, membuatnya harus berbagi peran, menjadi anak ayahnya, juga menjadi anak ibunya, memang bukan lagi pasangan suami istri, tetapi tetap pasangan orangtua untuknya.
 Hari ini, Januari 2016. Peringatan datang kepadanya. Untuk berhati-hati, kejadian keempat mungkin akan terulang lagi di waktu dekat.

Ia pasrah, kembali berdoa, mau takut rasanya sudah tak pantas ; ia harusnya lebih dewasa menghadapi itu. Mau mengutuk, mau marah rasanya juga tak pantas, ada seseorang yang seharusnya lebih berhak untuk melakukan itu; ibunya. Yang bisa ia lakukan hanyalah bersiap, melakukan lagi apa-apa yang telah ia lakukan di kejadian pertama, kejadian kedua, hingga kejadian ketiga yang membuat kejadian-kejadian itu berlalu. Meski memang tidak pernah berakhir baik-baik saja.

-----
Hari ke-10. Huhu diriku skip 2 hari menulis :(
Jadi, ceritanya kemarin abis dapet musibah; Kaki sebelah kiri terkilir, gara-gara ceroboh, pakai sepatu cuma asal masuk, lalu jalan berjinjit dengan sepatu itu, kemudian tanpa sadar, jalannya goyah, lalu terkilir, dan jatuh. Ya gitudeh, kejadiannya cepet banget rasanya tapi suara 'bretek' tulang-tulangnya serasa terdengar banget di telinga. (duh, beretek bahasa Indonesianya apa ya-_-). Jadi, selama 2 hari ini tiduran aja di rumah. Solatpun sambil duduk. Setiap mau wudhu diantar adik ke kamar mandi. Setelah kakinya diurut oleh 2 orang berbeda, hari ini udah agak bisa jalan, bahkan diriku diajak makan burger mekdi, hehe
Well. benar ya. Nikmat sehat baru terasa setelah sakit. Jadi merasa banget-banget kurang bersyukur selama ini. huhu

Atika Widi
10 Januari 2016

Kamis, 07 Januari 2016

10 Songs That You're Loving Right Now ( Writing Challenge #Day7)

Hai, hari ketujuh. Berarti sudah seminggu nih, hebat yak. Well mungkin karena masih waktu liburan, jadi cerita di prolog yang hadir selalu sama. Hari ini ada sedikit berbeda sih, hari ini diriku ada deep sharing dengan Kakak Penyuka Kopi tentang sesuatu yang mungkin tabu untuk dibahas, tetapi karena beliau emang concern di bidang masalah ini, dan juga orang pendidikan, jadi bahasan tabu ini jadi "enak" untuk dibahas, beliau memberikan semacam tugas, pencerdasan, baca-baca tulisan Ibu Elly Risman.
--------
Jujur kalau lagu, diriku engga terlalu update, karena lebih suka mendengarkan Bahana FM daripada Prambors FM yang musik kekinian saja yang diputar. Sehari bisa lima kali lagu yang sama diputar. Di Bahana tuh lagunya se-campur itu dari hits awal 2000an. Terus kocaknya, gue pernah mikir, "yailah, 2000 baru kemarin." setelah sadar "Astaga. 2000 itu 16 tahun yang lalu."
Playlist di HP juga jarang di play, karena lebih suka dengerin dari radio, ada iklannya, ada suara penyiarnya, juga karena kita gak tau dan gak bisa nebak, lagu apa yang diputar selanjutnya. Mungkin biasa aja sih, buat gue kayak gitu asyik banget tau haha

Jadi, 10 lagu yang sedang Aku sukai saat ini : 
#10 Sunset di Tanah Anarki - Superman Is Dead
       "Andai ku malaikat, ku potong sayapku dan rasakan perih di dunia bersamamu. Perang kan berakhir, cinta kan abadi, di tanah anarki romansa terjadi~"

#9 Untitled - Maliq & D'Essentials
"Ketika kurasakan sudah, ada ruang di hatiku yang kau sentuh~"

#8 I Lava You (Ost. Lava) - Kuana Torres Kahele with Napua Greig & James Ford Murphy
"I have a dream, I hope will come true. That you're here with me, and I'm here with you~"

#7 Arti Cinta - Ari Lasso
"Selama jantungku masih berdetak, selama itu pula engkau milikku. Selama darahku masih mengalir, cintaku pasti takkan pernah berakhir.~"

#6 Denting - Melly Goeslaw
"Denting yang berbunyi dari dinding kamarku, sadarkan diriku dari lamunan panjang~"

#5 Speak Now - Taylor Swift
"I am not the kind of girl who should be rudely barging in o a white veil occasion but you are not the kind of boy, who should be marrying the wrong girl"

#4 Siapkah Kau Tuk Jatuh Cinta Lagi - HiVi!
"Meski bibir ini tak berkata bukan berarti ku tak merasa ada yang berbeda diantara kita~"

#3 Cinta dan Rahasia - Yura Yunita ft. Glenn Fredly
"Terakhir ku tatap mata indahmu di bawah bintang-bintang~"

#2 Flashlight - Jessie J
"I got all I need when I got you and I. I look around me and see a sweet life~"

#1 Photograph - Ed Sheeran
"We keep this love in a photograph, We made these memories fot ourselves~"
----
Bye thursday! :)
see you at #Day8

Atika Widiastuti
07 Januari 2016


Rabu, 06 Januari 2016

Five Ways to Win Your Heart ( Writing Challenge #Day6 )

Bismillah! Hari ini gabut banget di rumah. Katanya ada kerjaan, iyasih orang yang bawa kerjaan dateng ke rumah, tapi kerjaannya gak dibawa -_-
---
Hari ke-6, Lima cara memenangkan hatiku(?)
kok serasa hatiku adalah hadiah perlombaan, sih, mesti dimenangkan, haha.

Sejujurnya dan sebenar-benarnya, dari berbagai macam ilmu tentang kepribadian yang diajarkan si Kakak Penyuka Kopi kepadaku, Atika kurang lebih seperti ini :
1. Hasil MBTI-nya berubah-berubah, karena tes yang diikuti gak reliable, jadi gak bisa dipercaya tingkat akurasinya. Sedangkan di Indonesia, sedikit penelitian tentang MBTI (kata istrinya si Kakak Penyuka Kopi), tapi dari setiap tes MBTI yang gak reliable itu, selalu ada tiga type yang gak berubah : Introvert, Sensing dan Judging, haha
2. Menurut Personality Plus, Atika adalah Melankolis.
3. Menurut Enneagram, Atika adalah type 4 Romantic.
4. Blood Type-nya, Atika adalah type O+

Dapat menarik kesimpulan dari empat poin di atas?
Jadi sebenarnya, kalau bicara masalah hati, lima hal kayaknya terlalu dikit karena setiap hal, sesederhana apapun yang oranglain lakukan untukku, pasti secara langsung itu memenangkan hatiku, #ecieee

Jika Aku jadi objek, mungkin idealnya, hatiku dapat dimenangkan dengan cara :
- Jadilah orang baik yang tulus. Meski tulus tak ada parameternya, tetapi hati bisa merasakan.
- Jadilah orang yang mau mendengar ketika telinganya kubutuhkan.
- Mau menasehati Atika jika salah atau menuju ke arah yang salah.
- Sesederhana mengingat tanggal lahirku, hehe
- Menerima Aku apa adanya, tidak memaksakan Atika harus begini, begini, begini.
- Menjadi peta berjalanku

Orang-orang memang datang dan pergi dalam hidup, tetapi ada beberapa orang yang dengan caranya, memenangkan hatiku saat aku menjadi subjeknya, 
- Aku menjadi pendengar, tanpa diminta, dirinya bercerita banyak padaku ; tanda Aku dipercaya olehnya
- Dirinya menyukai dan menghargai apa yang aku lakukan untuknya
- Dirinyavyang tanpa diminta, selalu ada di pikiranku
Kayak saat-saat ini, salah satu temanku, dua bulan lagi berulangtahun, mulai dari November tahun lalu, udah kepikiran, kira-kira bakal kasih dia apa yaa... sederhana sih alasannya ; dia telah memenangkan hatiku. #eaaaak

If you are special for me, you absolutely have something that I make it with myself. Seniat itu memang Atika jika hatinya sudah dimenangkan, lantas menjadi sayang dengan seseorang, dengan sendirinya. (eh, gue ngomong "sayang" jangan pada salah sangka-_-)
Kayak bocil yang tempo hari diriku pernah ceritakan disini.

---
dan karena hal-hal tersebut diatas, banyak yang menyematkan predikat, "Tika baper".
tapi bodo ah, gue mah terserah aja, haha
(terserah sih terserah, tapi tetep dipikirin, ckck)

Bye #Day6, see u at #Day7

Atika Widiastuti
06 Januari 2016

Five Places You Want to Visit ( Writing Challenge #Day5)

Hai lagi!
Tulisan ini harusnya ditulis untuk hari kelima, tetapi Aku tulis di hari keenam. Padahal baru hari kelima, tapi udah gak istiqomah sama janji ke diri sendiri ; untuk nulis tiap hari.
Tapi ngomong-ngomong, hari kemarin bukan berarti diriku gak menulis loh ya. Aku menulis postingan yang lain dan mengerjakan satu wishlist yang berkaitan tentang menulis juga. So, kemarin Aku tetap "produktif" menulis sebenarnya, hehe #tetapngeles #gakmaudisalahin #cewekbanget

So, this is for #Day5
Karena tempat bukan negara, jadi ini lima tempat yang ingin aku kunjungi :

#5 Hagia Sophia ( Aya Sofya) di Turki
Hagia Sophia awalnya Gereja, atau disebutnya Basilika. Tapi saat Sultan Mehmed II menaklukan Konstanstinopel, bangunan ini dijadikan Masjid. Namun memasuki masa modern, statusnya diubah menjadi museum.

#4 Jalan Asia Afrika, malam hari
Haha, ini di Bandung. cuma kepingin ketemu sama dua (orang) bapak ini aja hehe
saya nemu foto mbaknya di google, hehe

#3 Rinjani
Gunung Rinjani ada di Pulau Lombok, NTB. Merupakan gunung tertinggi kedua di Indonesia, 3726 mdpl. Butuh banyak banget persiapan kalau mau kesini, persiapan fisik, persiapan psikis, juga persiapan dana. hehe.
"maunya sih naik pelaminan, ya masa sendiri? naik gunung ajadeh.", kata Mas-nya

#2 Papua
Dengar cerita dari Tuan Putri, yang ketara banget walau kita udah semester 5 di Kampus Depok gini , dia belum bisa move on dari Papua. Kata dia, Papua indah banget. Kebayang sih, semoga someday ya bisa kesana. Gak ke Raja Ampat kok, itu susah katanya. Ke pantai-pantai di sana aja kayaknya udah senang banget, hehe

gak ngerti lagi ini kayak lukisan :')
#1 Makkah Al-Mukaromah
The Holly Place, Makkah Al-Mukaromah. Siapa yang enggak ingin kesini? Banyak yang ingin mendatangi, termasuk saya. Bahkan yang udah pernah pun rindu ingin mendatanginya lagi. Rukun Islam kelima, tanpa paksaan sebenarnya, Allah beri keringanan, hanya "bagi yang mampu", bukan finansial saja. Mampu semuanya. Jadi yuk, saling mendoakan (dan mulai bersiap dari sekarang) nabung yang banyak, jangan lupa. :P

---
Jadi, itulah 5 tempat paling ingin ingin ingin dikunjungi versi Atika.
Sekian #Day5, see you at #Day6! :)

Atika Widiastuti
untuk 5 Januari, yang ditulis 6 Januari
:(