Sabtu, 18 Februari 2017

Discuss Your First Love (Writing Challenge #Day18)

Agak-agak gimana ya melihat tema writing challenge yang ke-18 ini haha, tapi karena sudah dituliskan sejak Desember 2015 (wkwk lama bet belum kelar-kelar), jadi yak dituliskan saja....

Sunny...Sunny...
Apa kabarmu? kabarku baik-baik saja.
- Cinta Pertama - BCL

Sepenggal lirik lagunya BCL mungkin yang pertama kali terbersit di pikiran ketika baca challenge ke-18 ini. Random banget.

Ngomongin cinta pertama. Ada baiknya kita definisikan dulu, cinta itu apa?
"Cinta itu..."
"Kalo cinta pasti...."
"Cinta adalah..."
dan sederet definisi lainnya yang kalau ditulis disini, bakal jadi lebih mirip jawaban essai ujian MPKT-A saking panjangnya.

Eh iya! kemarin baru dapet satu obrolan yang lumayan seru sama seseorang, seseorang ini umurnya lebih tua 5 sampe 7 tahun dah di atas gue. Dia bilang gini, "bener ya, lingkungan kita nentuin banget tingkat obrolan kita, bahasannya sejauh apa. Anak kuliah bahasannya apa sih? Jaman gue dulu (iya dia emang tua), obrolan satu angkatan bisa dikategorikan jadi 2 sub-kelompok, pertama kelompok yang suka ngomongin pendidikan, kedua kelompok yang ngomongin ekonomi. Yang kelompok pertama sekarang rata-rata jadinya guru, entah guru TK, guru PAUD, ikut SM3T, dll. Yang kelompok kedua rata-rata kerjanya di Bank. Yang kelompok pertama sekarang dukungnya Paslon nomer 3, yang kelompok kedua dukung Paslon nomer 2."

Yak! ini bukan ngomongin pilkada Jakarta sih. karena gue juga orang Depok! wkwk eh tapi kapan yak ini pilkada-pilkadaan kelar perangnya di medsos? Capek uey tiap buka Facebook, yang muncul berita-berita saling menyudutkan mulu. Satu berita negatif keluar, gak berapa lama keluar lagi klarifikasinya, eh muncul lagi jawaban pembelaannya. Gak kelar kelar sob.. Lieur pala aing. Terpujilah kau wahai Facebook, ada fitur unfollow, yang memungkinkan kita buat gak ikutin postingan seseorang yang kita gamau postingannya muncul di home kita. Medsosmu (sedikit) adem, pertemananmu juga adem.

Nah, balik lagi ke orang yang tadi, yang umurnya lebih tua 5 sampe 7 tahun di atas gue. Obrolannya jadi bikin mikir, "gue kalo sama temen sebaya, obrolannya apa ya?" terus mengingat-ngingat. Dia nanya lagi, "bahas cinta-cintaan gak? bahas musuh-musuhan antar temen gak?"
terus gue jawab, "yeu mang gue anak SMP."

"Nah! You exactly got my point!"
"he? maksudnya?"
lantas dia menjelaskan dengan panjang lebar maksud dari pernyataannya di atas...

gue ber-oh panjang.
"gue kalo ngumpul rame-rame mah malu buat bahas cinta-cintaan. Eh kalo cuma ke satu orang selow sih. tapi kalo musuh-musuhan? Pernah gak ya? Pernah deng sekali, waktu dua orang temen main bikin kelompok buat lomba, gak bilang-bilang, tau-tau kelompoknya udah jadi, tanpa gue. Terus gue ceritain ke orang lain, yang adalah temen curhat dari beda jurusan (tenang, dia ini cewek), gue cerita kalau saat itu kesel dan marah banget gara-gara gak diajak gabung satu tim lomba. Eh, responnya apa? DIA NGAKAK, ketawa gak berhenti-berhenti. Gue dibilang, "bocah banget sih, masalah gituan aja diurusin. Gak ada bahasan yang lebih penting apa? Udah yuk sekelompok ama gue. Boleh kan beda jurusan?"

Menghadirkan solusi daripada ikut larut dalam kekesalan gue. Mantap banget emang nih anak (Terus hari ini dia mau berangkat ke Korea. Rencana masak, rencana lari pagi, dan rencana lain-lainnya terpending sampai dia balik. Maafkan ogut (sok) sibuk...)

Sejak saat itu, gak mau lagi gue cerita-cerita tentang musuh-musuhan antar temen. Receh. Malu sendiri ceritanya...

Bener juga sih, "kayak gak ada bahasan yang lebih urgent buat dibahas aja."

Terus hubungannya sama tema postingan diatas apa? Gak ada. WKWK
ini supaya #Day18 nya ada tulisannya aja :P

dan, daripada ngomongin tentang cinta pertama, mendingan kita ngomongin tentang cinta terakhir. Aihh lebih mantaps kayaknya.

Tapi nanti ya, tunggu postingannya 3 sampai 4 tahun lagi.
Belum ketemu sama cinta terakhir-nya nih soalnya whehehehe

---

Minggu, 12 Februari 2017

Post 30 Fact About Yourself (Writing Challenge #Day17)

--- Tuliskan 30 fakta tentang dirimu ---

Karena paling susah adalah mengomentari diri sendiri, jadi....


Jadi.. ini 30 fakta tentang si yang punya blog ini :
1. Nama lengkapnya Atika Widiastuti, dimana seharusnya "Widia" dan "Astuti"-nya dipisah. Kata ibu, bidannya salah nulis di surat keterangan kelahiran, karena Akta kelahirannya ikutin tulisan di surat keterangan itu, jadinya "Widiastuti" insted of "Widia Astuti"
2. Biasa dipanggil "a" kalau di rumah. Mirip kayak pengucapan "aa" yang berarti "kakak laki-laki" dalam bahasa Sunda. Tapi untuk kasus ini, "a"-nya berasal dari huruf depan namaku, "A-tika". Wkwk bingung ya? ya pokoknya gitudeh. Jadi kalau di rumah, panggilannya cuma satu huruf, "a", dan Atika pun nengok.

3. Deadliner. Produktif kalau mendekati due date, tapi Alhamdulillah, selama 21 hampir 22 tahun hidup, engga ada yang engga selesai, meski ngerjainnya deadline (seingetku, ya. Tapi emang kayaknya engga ada). Karena meski deadliner, tapi tetap punya pertimbangan, dan deadliner-nya ada konsepnya gitu. Yah..pokoknya gitu deh.

4. Suka nulis, (berusaha) suka baca.

5. Suka fotografi, (berusaha) punya kamera sendiri.

6. Daripada beli, lebih suka bikin sesuatu buat orang yang disayang. Karena ada usaha disetiap pembuatannya, engga instan beli, jadi, kasih, udah. Hehe

7. Punya satu orang adik. Usianya 15 tahun. Sekarang kelas 1 SMA.

8. Waktu SD pernah ikut olimpiade Matematika, wakilin Jakarta Selatan. Tanpa sadar saat itu sedang mewakili Jakarta Selatan.............

9. Pernah masukin per rambut ke dalam hidung waktu umur 5 tahun, hasilnya sepanjang perjalanan dari rumah sampai klinik, tahan napas. Kapok banget. Kalau lihat per rambut gitu, jadi merinding.

10. 22 Tahun 2 bulan lagi. Tapi kayak gak berasa 22 tahun.

11. Tempat lahir dan tempat tinggal sama, di Depok. Tapi karena Depok baru jadi kota di tahun 1999, sedangkan gue lahir tahun 1995, jadi tempat lahirnya ditulis Bogor.

12. Introverted. Bisa dapat energi positif, dapat ide, dapat pemikiran apapun ketika sedang sendiri. Bukan berarti ansos, beda.

13. Suka banget baymax. Robot putih gendut di film Big Hiro itu

astaga.... baru tiga belas.....

14. Have an awesome single mother

15. Have a struggling father

16. Hal paling membahagiakan adalah ketika mencoret daftar to-do-list tiap akhir hari.

17. Kalau tidur, harus ditemani boneka

18. Blood type O.

19. an ISTJ and romantic-melancholy character.

20. Mau punya anak, yang suku kata depannya "Na" ; Namira, Nania, Nayla, Nasya, Nayara, Nala, etc

21. Kalau mager, bisa seharian do nothing. Kalau lagi rajin, ngelakuin apapun meski tanpa disuruh.

22. Moody-an, dan gak bisa nyembunyiin perasaan.

23. Gakmau disalahin, dan selalu berusaha menjelaskan keadaan meski gak diminta, untuk menghindari salah paham. Karena pemikiran orang-orang terhadap satu hal kan pasti berbeda-beda.

24. Suka banget makan mie tanpa dimasak, alias dimakan mentah, di-gado-in.

25. Suka nulis puisi, tapi gak suka baca buku puisi.

26. Gampang banget buat tidur, dimanapun.

27. "Kalau bisa minjam, kenapa harus beli?" he he he

28. "Kalau bisa dikerjain sendiri, kenapa meski repotin orang lain?"

29. Suka banget jalan-jalan

30. Konseptor, Eksekutor, Organisator? Organisator.

Kamis, 09 Februari 2017

Post About Your Zodiac Sign, and Whether or Not it Fits You (Writing Challenge #Day16)


Posting tentang Zodiakmu dan cocok atau enggak sama kamu?

Pertama kali kenal sama yang namanya zodiak adalah waktu SD, saat lagi booming-booming-nya tukeran file / orgy sama temen, ngumpulin kertas harvest dan adinata yang tebel dan cakep itu, tak lupa juga untuk menuliskan biodata pada masing-masing file kepunyaan temen ; makanan favorit (mafa), minuman favorit (mifa), dan kata-kata andalannya : LUPUS (Lupakan Urusan Pacaran Utamakan Sekolah). Anjay.. memori daun pisang banget.

Berlanjut ke SMP, dulu sering beli majalan Gaul yang ada kolom zodiak mingguannya, tak lupa juga tiap pekan nonton Planet Remaja di ANTV, dimana ada segmen khusus tentang ramalan bintang alias zodiak mingguan, dibacakan dengan backsound lagunya Keane - Everybody Changes. Btw, legend banget yak acara itu. Menunggu-nunggu gilirannya Aries dibacakan - iya, kelahiran April katanya zodiaknya Aries.
peace, love and gaul~


Giliran cocok, "ah iya! bener banget!
Giliran gak cocok, "wah pasti nanti kejadian nih."
Intinya, cocok gak cocok, yaa dicocok-cocokin aja. Cocoklogi.

Entah, kenapa dulu percaya-percaya aja sama gitu-gituan.
Padahal apa yang terjadi di langit sana, dan saat hari kelahiran kita gak ada hubungannya.
Yaa.. tapi pasti 'pernah percaya pada zodiak' pernah dialami sebagian besar umat manusia, terutama masa peralihan dan masa pencarian identitas *ifyouknowwhatimean

Tapi itukan sebelum tau, nah sekarang udah dikasih tau nih...
Percaya sama zodiak itu gak boleh teman-teman, karena sama aja dengan syirik. Padahal jelas-jelas, yang mengetahui perkara gaib, bagaimana nasib kita di hari esok, lusa, dan seterusnya itu hanya Allah SWT. Masa' sih kita sebegitu gampangnya mempercayai nasib baik dan buruk kita pada ramalan-ramalan 'yang menggeneralisir', cuma dibagi ke dalam 12 'sub-nasib' dan gak jelas pula kan siapa yang meramalkannya?
Postingan kali ini ditutup dengan pernyataan : Atika gak percaya zodiak. Jadi gak tau cocok atau enggak. Tapi ada satu yang pasti. Atika seorang Melankoli dan ISTJ.

Hah?? Melankoli? ISTJ? Apa lagi itu? Nanti kapan-kapan kita bahas ya! haha

*kamis pertama di pekan kuliah
semester delapan dengan 12 sks
bismillah



#Day15 disini

Rabu, 25 Januari 2017

Setengah Sarjana Teknik

Well! Mungkin judulnya engga menggambarkan sungguh-sungguh bahwa ini adalah cerita tentang setengah sarjana teknik karena menurut beberapa dosen, pengerjaan skripsi bukanlah penentu seorang mahasiswa fakultas teknik bisa menjadi sarjana bilamana matkul-matkul lainnya tetap saja ada yang tidak lulus, berbeda jika itu adalah tugas akhir. Tapi yah, pengerjaan skripsi engga bisa dibilang 'cuma' sih, karena tetap aja butuh effort dalam pengerjaannya. Hehehehehe

Jadi disini gue mau cerita tentang suka-suka-duka-suka-suka-suka pengerjaan bab 1, bab 2, dan bab 3 skripsi alias seminar, atau beberapa kampus lain menyebutnya proposal.
Bukan proposal untuk melamarmu, bukan. Gausah baper.

Jadi, di waktu-waktu pelaksanaan Kerja Praktek, disaat gue cuma fokus ke Kerja Praktek (karena meski KP bertiga tapi berasa berdua hehe), beberapa teman yang memang rajin sudah sering bolak-balik ke dosen untuk diskusi topik skripsi mereka, mengajukan beberapa masalah yang berkaitan dengan ke-teknik-lingkungan-an dan meminta saran serta pertimbangan dari sang dosen. Dosen pembimbing ini salah satu yang krusial banget memang, karena akan menentukan tingkat kesuksesan pengerjaan skripsimu nantinya. Sering kan baca meme-meme kalau skripsi itu susah karena dosen susah ditemui? Itu fakta loh, bukan cuma gurauan meme aja.

Ini dia tips pertama dalam pengerjaan skripsi : PDKT-in dosen incaranmu dari jauh-jauh hari. Atur waktu pertemuan untuk berdiskusi. Ibarat cinta datang karena terbiasa, begitupula dosenmu, kemungkinan besar ia akan mengingatmu dan memilihmu menjadi salah satu mahasiswa bimbingannya kalau kamu sering nongol dan berdiskusi dengannya. Buat impression yang baik dengannya.

Sekitaran bulan Oktober 2016, keluar pengumuman dosen pembimbing, dan Alhamdulilah....gue gak dapet dosbing siapa-siapa. Mana topik usulan ditolak pula, hehe. Gak sampe nangis sih, karena emang effort gue kurang waktu itu. Diskusi sama dosen manapun engga pernah, nyari topik skripsi yang 'banyak' dikerjakan senior tahun sebelumnya, alih-alih jadi banyak referensi, pas hari H tau-tau submit sinopsis, ya ditolak lah. Waktu itu ambil topik tentang kompos sebagai adsorben penghilangan warna.

Akibat topik (yang tanpa diskusi dengan dosen manapun) itu ditolak, mau gak mau jadi putar otak buat cari topik skripsi lain. beruntung Alhamdulillah waktu itu gue ke bagian administrasi bareng Eki, yang sepanjang pengerjaan seminar jadi teman berbagi, heu :p

Eki skripsinya tentang Air Lindi dan pengaruhnya ke kali/sungai, cuma karena metodenya belum jelas, maka ia diminta untuk menghadap Prof. Djoko untuk berdiskusi lebih lanjut, alih-alih bingung topiknya apa, akhirnya 'cari' yang agak 'nyerempet' sama Eki, pikirnya waktu itu semoga dapet Prof. Djoko sebagai pembimbing, karena memang setelah melihat daftar dosbing skripsi yang diberikan pihak Administasi, Prof Djoko baru membimbing 2 Mahasiswa S1 saat itu, Tian dan Acil, plus Eki yang masih dibintangi namanya.

Bingung...bingung...galau...ada banyak permasalahan lingkungan, kenapa satu aja engga ada yang nyangkut ke fikiran barang sejenak gitu? Kesel sendiri. Setelah cukup lama 'bermeditasi sendiri', maka terpilihlah topik tentang Air Lindi dan pengaruhnya ke air tanah, he he he gak kreatif yha? biarin.

Setelah nanya-nanya ke grup angkatan, jeng jeng! ternyata topik itu udah ada yang pake, adalah Dul, yang bernama asli Alfandi. Tapi karena satu dan lain hal, topik itu gak jadi dia pake, Dul ganti judul. Alhamdulillah.


 Sungai Pesanggrahan Tercemar Limbah Sampah Cipayung
ini dia dul, dan iya, dia masuk berita tentang air lindi yang mencemari kali pesanggrahan, yang hitam itu air lindi, aliran air di depan dul itu kali pesanggrahan. Beritanya bisa baca di korantempo

Akhirnya bikin sinopsis berlandaskan beberapa jurnal dan berita-berita online tentang pengaruh air lindi, di TPA Cipayung dan pengaruhnya ke air tanah. Pas Eki menghadap Prof Djoko, gue pun ikut. Dan Alhamdulillah, keesokan harinya pas menghadap lagi ke bagian administrasi, diberi tahu kalau Prof Djoko udah dateng sendiri ke bagian administrasi dan bilang kalau Eki dan Atika jadi anak bimbingannya. Alhamdulillah. Lega beberapa saat setelah itu.

Mungkin karena mahasiswa bimbingannya banyak (selain S1, ada S2 dan S3 juga) dan mungkin supaya si mahasiswa yang aktif, bisa dibilang Prof. Djoko gak banyak minta. dan karena gak banyak minta, gue menganggap itu 'gampang'. Yaa emang gak boleh dibilang susah sih, nanti jadi gak bisa-bisa, tapi gak boleh dibilang gampang juga, nanti jadi menyepelekan. Ya gitu deh, intinya, setelah asistensi pertama (waktu itu masih di kertas hijau), gue gak nongol-nongol lagi buat asistensi.

Untuk menjadikan TPA Cipayung sebagai lokasi penelitian, kita harus urus surat-surat dulu, dari Departemen, kasih surat pengantar ke Kesbangpol (Kesatuan Bangsa dan Politik),antar suratnya ke Dinas Kebersihan dan Pertamanan Depok (DKP), dapat surat izinnya, terus diantar lagi ke TPA Cipayung. Rentang Oktober-Desember, beberapa kali berdua sama Eki, gue ke TPA Cipayung buat minta data awal, cuma gak dapet-dapet melulu, karena pimpinannya sedang dinas atau sedang tidak ada di tempat setiap kita ke sana. Pegawainya ada, tapi gak berani kasih data kalau belum mendapat persetujuan dari pimpinan di TPA Cipayung. Yaa tiap pengerjaan skripsi pasti ada ceritanya masing-masing kan.

Di pertengahan Desember pas ambil surat ke DKP Depok, ngobrol sama Eki sambil nunggu angkot, "Ki, kalo seminar gak kita kerjain semester ini ngaruh gak ke IP IPK di SIAK? Kan kita udah ambil matkulnya di semester ini, tapi gak kita kerjain gitu."
Eki jawab, "enggak ngaruh lah, kan ini matkul spesial, ngaruh kalo nilainya udah keluar aja, dan nilai bakal keluar kalo kita udah sidang."

Serasa dapet pencerahan, hingga akhirnya obrolan kita bermuara pada keputusan, Kita sidang semester delapan aja deh yu, Februari atau Maret. Gak keburu kayaknya kalau sekarang, Desember gini aja kita masih bolak-balik cari data.

Fiks. Eki emang pengertian banget.
Desember. Status saat itu baru dua dari delapan tanda tangan asistensi.
Ditinggal lagi pengerjaan seminarnya.

Lalu..secara tiba-tiba, dari pihak administasi udah ngeplot tanggal sidang semua mahasiswa yang ambil seminar di semester 7. Waduw, panik. Lebih-lebih ngeliat nama penguji, tambah paniqq. Gue dijadwalkan sidang tanggal 13 Januari 2017. Hari terakhir dan rangkaian persidangan seminar di semester ini. Ditambah Eki yang akhirnya berkata, "Yaudah, kita kerjain aja yuk tik. Sayang-sayang. Udah dikasih kesempatan."

Fiks. Eki emang pengertian banget._.
Desember. Status saat itu baru dua dari delapan tanda tangan asistensi.
Dilanjut lagi pengerjaan seminarnya.

Ngerjain...asistensi...ngerjain...assitensi...
Sampai akhirnya jadwal sidangnya jadi maju sehari, 12 Januari 2017. H-8 pengumpulan draft seminar, hari asistensi kelima (lima dari delapan), Prof. Djoko minta aliran air tanahnya ditampilkan, supaya tau, aliran air tanahnya ke arah mana, dari aliran tanah ini nantinya bakal dijadiin titik sampel pengujian dan bla bla bla bla gitu.

Bingung lagi. H-8. Besok H-7 udah harus kumpulin draft-nya. Akhirnya Eki bilang, "coba lihat skripsi anak geo yang kemarin tika bilang mirip-mirip, pake datanya aja"
WAH IYA GA KEPIKIRAN!

Akhirnya hari itu juga, ngontak si kakak geo ini, namanya Ka Yuli. Dengan memanfaatkan beberapa koneksi teman di geografi, akhirnya dapet juga nomer Ka Yuli, dapetnya darimana? dari suaminya, he he he he
Akhirnya ka Yuli kirimin data skripsinya, dan data itu yang jadi acuan gue buat nentuin aliran air tanah. Ka Yuli penyelemat banget :" Gak pelit data pula.

Karena pengerjaannya harus pake ArcGIS, akhirnya ngontak ka Anjas, kakak master ArcGIS. Minta tolongnya nodong banget lagi, kirim data jam 11 malem, besokannya harus udah jadi. Alhamdulillah ka Anjas baik, jam 8 pagi keesokan harinya udah mendarat dengan selamat gambar aliran tanahnya di email gue. Makasih Ka Anjas :")
Allah Maha Baik. Gue selalu dikelilingi orang-orang baik.


kontur muka air tanah
Berbekal data itu, akhirnya mantap dan yakin assitensi terakhir ke Prof. Djoko dan alhamdulillah di-approve. Urus-urus pemberkasan administasi dan tinggal bikin ppt untuk sidang minggu depannya. Seminggu menuju sidang, lebih banyak leyeh-leyeh, berasa udah selesai bertempur padahal masih harus mempersiapkan sidang.

Skip.
Skip.
Skip.
Akhirnya hari H sidang datang juga.

Di ruang sidang........
Assalamualaykum wr. wb. saya Atika.....
.....
......
.......
ya, sekian presentasi dari saya. kurang lebihnya saya mohon maaf, wassalamualaykum wr.wb.

Deg-degan
sumpah gak ketulungan
cengengesan buat ilangin nervous. Sampe akhirnya, ternyata respon dari dosen penguji positif, mesti memang masih banyak revisi, tapi bayangan dosen killer, di ruang sidang bakal di bantai, dll gak kejadian. Gue aja amaze sendiri. Dosbing dan dospem di ruang sidang lebih banyak diskusi sendiri, meski tujuannya bisik-bisik, tapi tetep aja gue bisa denger suaranya hehe.
Ada satu pertanyaan yang bahkan nada ngomongnya masih gue ingat sampai sekarang,
"Kenapa parameternya cuma empat? Bokek ya?"
dan gue dengan polosnya menjawab, "iya Pak. Gak punya duit."

duit, instead of uang.
aseli, polos banget lagi sejujur itu.
Padahal katanya ngomongin biaya skripsi itu 'haram', "Karena mahalnya suatu penelitian itu adalah kewajaran, dan justru itu yang bikin menarik dalam dunia skripsi dan bakal dikenang suka dan dukanya". (Sharfan, 2017)

Total presentasi dan tanya jawab semuanya 34 menit, seengak nyangka itu. Di saat sidang itu, dosbing dan dospem menawari kemungkinan-kemungkinan baik buat pengerjaan skripsi nantinya. Apapun itu, yang pasti mohon diaminkan saja hehe karena gak berani sesumbar untuk hal yang belum pasti.



ini dia yang namanya Eki


ini instalasi pengolah air lindi TPA Cipayung

Sekian tulisan panjang banget tentang setengah sarjana teknik,
sampai bertemu lagi di tulisan sarjana teknik, dan paska sarjana teknik (err..ini krusial banget sih) haha

Depok, 25 Januari 2017
Atika Widiastuti

Minggu, 08 Januari 2017

Something You Don't Left the House Without (Writing Challenge #Day15)


HALLO! Kembali lagi.

Alhamdulillah sekarang udah Januari lagi, dan menyadari bahwa Aku gak bisa istiqomah nulis #writingchallenge ini. Iyasih sekarang masih Januari, tapi udah berganti tahun. udah satu tahun berlalu dan masih di #Day15

Tema #Day15 adalah something you don't left the house without - sesuatu yang kalau kamu keluar rumah gak pernah ketinggalan dibawa.

Guess what? Gue kasih clue deh lewat flashback-an di paragraf-paragraf dibawah ini~
Barang ini, menjadi barang wajib yang gak pernah lupa dibawa, meski misalkan cuma ke warung tetangga beli jajanan. Kalau gak bawa rasanya kayak ada yang kurang aja.

Eh, jadi kepikiran flashback haha
Dibanding anak-anak bocah jaman sekarang, kapan sih pertama kali anak-anak angkatan kita (angkatan 90an akhir) punya barang ini?

Kalo gue, gue inget banget! Pertama kali gue punya itu waktu kelas 6 SD, dibeliin karena juara kelas. HP pertama waktu itu adalah Nokia 2626, fitur terkeren saat itu adalah recorder suara! Seseneng itu dulu bisa ngerekam diam-diam suara cem-ceman waktu SD, terus di-play terus-terusan xD (you know kan artinya cem-ceman? haha). HP ini ending-nya bukan hilang, tapi rusak. Ini HP yang menemani dari kelas 6 sampe SMP. Nah yang kayak gini penampakannya :

Hasil gambar untuk nokia 2626
sumber klik


Masuk SMA, lagi trend banget HP qwerty blackberry, dan karena waktu itu harganya cukup mahal, maka demi memenuhi keinginan punya HP qwerty, jadinya dibeliin blackberry-kw alias china punya, haha. Merknya D-One. D-One DG628 model Javelin. Warnanya merah dan norak banget! haha ini tertipu box-nya sih, karena di box nya merah maroon pas dibuka merah darah. Hemm.. HP ini hilang waktu LDKR acara Rohis SMA. Bukan cuma HP gue aja, karena seluruh HP peserta hilang, 24 buah! dimaling. udah lapor polisi sih, tapi yaudah diikhlaskan saja.
Hasil gambar untuk D-One DG628 merah javelin
sumber klik

Selanjutnya... sempet gak pegang HP karena gak enak juga minta dibeliin paska hilangnya hp D-One. Akhirnya dipinjemin HP sama sepupu, HP sejuta umat yang tahan banting dan baterenya awet banget. Yap! Nokia 3310, yang kayak gini penampakannya :
Hasil gambar untuk nokia 3310
legend banget nih hp!

Setelah itu, akhirnya dibeliin HP lagi. Nokia. Tapi lupa spesifikasinya apa... hp ini lucu! memorinya cuma 10 MB, akhirnya cuma bisa buat menampung 8 lagu playlist. kalau mau save lagu baru, harus relain lagu lama dihapus. HP ini berakhir karena rusak dan ada di tukang service tanpa pernah dicari tahu lagi bagaimana kabarnya hehe



yang dilingkari, lupa type apa.



Menjelang akhir SMA, waktu itu Samsung lagi jadi trend banget. Nokia yang gak salah apa-apa, tau-tau 'tergusur'. Dan inilah HP yang menemani akhir-akhir SMA menjelang kuliah. Samsung Champ! ini kayaknya gue punya sebelum HP touchscreen jadi trend. Jangan salah, ini HP touch loh, meskipun lebih bisa dibilang mesti di-pencet ketimbang di-sentuh sih layarnya.
Hasil gambar untuk samsung champ pink
cantik banget pink imut-imut
Waktu itu, awal masuk kuliah, gue gak langsung gabung ke grup-grup angkatan dikarenakan champ masih java, gak mendukung ada WA, apalagi Line. Nah selanjutnya adalah pengganti di Champ yaitu Samsung Galaxy Young, Alhamdulillah ini awet lumayan lama. Sampe sekarang, HP ini kalau di-charge masih kedip-kedip, tapi layarnya gak menampilkan tanda-tanda kehidupan apapun, kadang sesekali juga alarm-nya masih suka bunyi. Udah sering banget diservice dan yaudahlah.
Hasil gambar untuk samsung young
sumber klik disini

Dan karena waktu itu banyak kegiatan yang mengharuska punya HP yang RAMnya mumpuni, enggak sih sebenernya, kepengen yang kamera nya bagus aja hehe. Akhirnya beli Acer Zenfone-C. Dan ini dia HP yang hilang di kereta pas mau berangkat Kerja Praktek itu huhu. Nyesek juga sih ya. Jadi gak bisa berkegiatan apa-apa rasanya kalau gak ada HP.

Hasil gambar untuk acer zenfone c biru
KLIK!



Nah, karena HP yang terakhir hilang dicopet, jadi status gue saat ini adalah gak punya HP, hehe. Gak punya bukan berarti gak pegang. Karena sekarang gue tetep pegang HP. Kebetulan diamanahkan jadi markom (marketing dan komunikasi) nya Yayasan Rumah Iqro Insani, jadi gue pegang HP yayasan. Xiaomi Redmi 2. Ini HP RAMnya gede, semua apps medsos gue double-in pake parallel apps (aplikasi pengkloning apps), jadi WA, Line, FB, IG, dan akun medsos lainnya serba dua, punya yayasan dan punya gue. Dan kalau misalnya orang dibagian markom diganti, ya siap-siap aja HP ini bakal pindah tangan dan mesti nabung biar punya HP sendiri hehe
Hasil gambar untuk xiaomi redmi 2
Klik sumbernya
***
So, something that I don't left the house without, jawabannya adalah....HP!

#Day14 disini
#Day16 disini

Kamis, 15 Desember 2016

Post Your Favourite Movie that You Never Get Tired of Watching! (Writing Challenge #Day14)

Kamis, 15 Desember 2016
Hari ini, hari keempat Atika gabuts secara akademis. Sebenarnya dua pekan  ini pekan UAS, tapi UAS di pekan ini baru ada besok, alias hari Jum'at. Jadi dari Senin-Kamis ini kerjaannya adalah merencanakan revisi-revisi tubes dan nonton drama korea saja, hehe gak ding, Atika tetap mengerjakan yang seharusnya dikerjakan, tapi porsi pengerjaannya dikurangi karena..........merasa masih punya banyak waktu HAHAHA KETAWAIN AJALAH :(

Oh iya! Perkara seminar skripsi, Alhamdulillah Atika sudah mendapatkan judul dan mendapatkan Professor pembimbing yang MasyaAllah baiknya :") dan ceritanya udah merencanakan untuk ambil lagi matkul spesial seminar di semester depan karena semester ini sepertinya gak ke-kejar gitu. Eh tau-taunya, udah di-plot oleh para dosen, bahwa Atika akan sidang seminar skripsi tanggal 13 Januari 2017! Hahaha ketawain lagi ajalah :(

Oh iya lagi!
Laptop-ku Alhamdulillah ya sudah baik. Setelah sekian lama setiap pakai laptop harus selalu dekat colokan listrik dan pakai kipas angin karena setiap kali panas sesuka hatinya banget mati tiba-tiba hahaha

Oh iya lagi deh, ini terakhir!!
Ibuku sempet sakit semingguan kemarin, Chikungunya. Iya, sama kok, awalnya juga aku kira itu penyakit kaki gajah, ternyata beda, hehehe kaki gajah itu filariasis. Chikungunya itu.....search sendiri deh ya di google. Intinya hampir semingguan ibu gak bisa jalan karena sendi-sendi kakinya lumpuh layu. Alhamdulillah sekarang udah sehat lagi :")
Dan tau gak tentang drama "It's Okay, That's Love?" not cheesy love drama, actually. Little bit 'heavy''. Setelah nonton dan lihat bagaimana interaksi Jae Yoel terhadap Kang Wo, karena schizophrenia-nya, dan gimana Hae So dan lingkungannya bisa buat dia sembuh.. Aku jadi merasa bersalah sama seseorang :"

Dan! Karena sudah di-mention tentang satu drama korea di paragraf sebelumnya dan sesuai dengan judul postingan ini, maka kita sudahkan prolognya dan mari menuju ke inti tulisan hahahaha prolognya panjang banget 


****
Post your favourite movie that you never get tired of watching! - Ceritakan tentang film kesukaanmu yang kamu gak bosen-bosen nontonnya!
Bukan film sebenarnya, tapi drama hehe gapapa ya, there's similarity kan? dan bukan kategori 'gak bosen bosen buat ditonton' sih, karena gue juga nonton ini cuma sekali. Cuma drama ini daebak banget!
Judulnya adalah....PINOCCHIO!


Mengutip dari asianwiki dan diceritakan dengan bahasanya Atika, Pinocchio bercerita tentang seorang anak yang pinter banget, namanya Ha-Myeong, yang punya Ayah seorang pemadam kebakaran yang hampir selalu dapet penghargaan karena jasanya. Suatu ketika, terjadi kebakaran di sebuah pabrik waste chemical gitu, Ayahnya Ha-Myeong dan tim ke sana setelah dapet telepon dari salah satu pekerja pabrik, katanya masih ada pekerja yang terkepung di dalam gedung yang terbakar itu.

Ketika tim udah masuk ke gedung yang terbakar, ternyata ada miskomunikasi antar si pekerja, ternyata mereka semua udah di luar gedung, dan selamat. Sementara di dalam, Ayah Ha-Myeong dan tim masih aja terus mengevakuasi korban. Gedung meledak, dan semua tim pemadam kebakaran meninggal saat itu juga.

Karena takut dikira bikin laporan palsu dan menanggung semua kesalahan yang bikin pemadam-pemadam kebakaran ini meninggal, si pekerja tadi lapor ke polisi dan bilang kalau mereka udah berusaha mencegah Ayah Ha-Myeong buat masuk ke gedung kebakar itu tapi dia tetap masuk dan bawa timnya.

Cerita berjalan dan akhirnya mereka dapat kabar kalo Ayahnya Ha-Myeong masih hidup, berdasarkan kesaksian seorang Pinocchio. Nah Pinocchio disini ceritanya sebuah sindrome gitu, dimana seorang pinocchio, bakal cegukan saat itu juga kalau dia berbohong atau ketika ia merasa ada yang ga sesuai antara hati dan ucapannya sendiri. Sindrome fiktif. Tapi kalau beneran ada, seru kali ya, haha

Nah karena kesaksian Pinocchio yang gak mungkin bohong itu, ayahnya Ha-Myeong di blaming habis-habisan karena dianggap teledor dan membawa bahaya ke anak buahnya.

Mikir gak sih...si bapaknya Ha-Myeong ini udah sebegitu bener loh kerjanya sebagai pemadam kebakaran, tapi kenapa di-blaming habis-habisan kayak orang paling salah sedunia? Gue nontonnya geregetan abis haha, media tiap hari giring opini publik buat ikut-ikutan blaming bapaknya Ha-Myeong, padahal kalau dicermati ya..yang harusnya dijadiin highlight berita itu bukan tentang bapaknya si Ha-Myeong tapi KENAPA ITU PABRIK BISA KEBAKARAN????

Nah gara-gara masalah ini, ibunya Ha-Myeong depresi gitu dan akhirnya bunuh diri, sedangkan si Ha-Myeong ditemuin di laut sama seorang kakek yang anaknya udah meninggal 30 tahun lalu, karena menyangka itu anaknya yang udah meninggal, Ha-Myeong akhirnya dirawat sama si Kakek, dan namanya berubah jadi Dal-Po, dan berpura-pura jadi bodoh karena anak si kakek yang udah meninggal ini aselinya bodoh dan nutupin semua identitas dirinya. Sang kakek punya anak lagi, dan punya seorang cucu perempuan, namanya In-Ha, nah si In-Ha ini seorang pinocchio.
Sang kakek, Dal-Po, In-Ha dan ayahnya tinggal bareng. In-Ha punya ibu, tapi udah pisah sama ayahnya dan related to Ha-Myeong story, Ibunya In-Ha ini adalah salah satu reporter yang habis-habisan blaming bapaknya Ha-Myeong dulu. Orang paling dibenci yang gak bisa dia lupain.

Setelah mereka gede, In-Ha dan Dal-Po ini memutuskan buat jadi reporter karena alasan masing-masingnya, tapi In-Ha terkendala karena pinocchio-nya itu. Mana mungkin seorang pinocchio jadi reporter? Apa jadinya kalau dia kasih berita 'tanpa bumbu'??

......Dan udah bisa nebak ceritanya bakal kayak gimana belum? Hahaha gak segampang itu ketebaknya kok. Highly recommended banget buat yang butuh tontonan gak berat dan tapi menghibur dan ada pesan di dalamnya.

For your infomation aja, ini pemain-pemain Pinocchio :
sumber : klik

Tapi Lee Jong-Suk enggak serta merta jadi ganteng gitu, ada beberapa episode di awal yang bikin  kita bertanya-tanya kapan dia potong rambut :(
spoiler sumber klik!



Dan....inti dari kenapa gue suka banget sama drama ini adalah karena PERANAN MEDIA di drama ini tuh fit in our current state banget sumpaaah!!! sampe gue update di facebook, biasanya sih kalo nonton drama diem-diem aja. Hehe

...dan Seo Bom-Jo, dia adalah second male lead di k-drama yang gabisa bikin kita benci, sebel, atau yang sejenisnya dan justru bikin berharap dia yang jadi sama In-Ha. Tapi ceritanya bukan tentang Bom-Jo,toh? Haha dan tentang per-dramaan media di drama ini, di akhir cerita, lo bakal gak nyangka se-enggak nyangka itu ama emaknya Bom-Jo.

Pernah gak sih, sesekali kalo nonton sinetron, drama atau apapun, ada kepengen gitu tokoh protagonisnya jadi 'jahat' sekali aja, buat balas dendam(?) haha. Gak bisa dong orang itu terus-terusan baik
Nilai : 9.5/10
karena meski ceritanya bagus, endingnya gak sesuai ekspektasi penonton jahat kayak gue :(

***
Sudah #Day14 nya
#Day13 disini
#Day15 disana
yang dicoret, anggap aja gabaca. tapi gapapa sih kalo mau baca. haha
Have a nice day, terimakasih sudah mampir dan baca! :)






Kamis, 10 November 2016

What are You Excited About? (Writing Challenge #Day13)


HALLO!

Karena diriku belum tidur di jam segini, dan saat ini koneksi wiifii kost-an sedang bagus-bagusnya dikarenakan beberapa penghuni lain sudah terlelap, maka aku memutuskan untuk berceloteh disini, melanjutkan Writing Challenge yang terabaikan sejak bulan Januari, hehe. Padahal judulnya 30 Day Writing Challenge, tapi sekarang udah lebih dari 300 Day terhitung dari awal Januari x.x
Tulisan terdahulu ada disini!

What are you excited about? - Kamu bersemangat dalam hal apa?
Jadi, entah awalnya dimulai sejak kapan, gue jadi seneng banget sama yang namanya Fotografi! Kalau sebelum-sebelumnya lebih suka jadi objek foto, sekarang lebih suka jadi subjek foto, orang yang mengabadikan momen orang lain. Entah, lebih bahagia rasanya.
Awalnya sih karena likes di medsos, tapi makin kesini makin enjoy.
Dan karena harga kamera itu masyaAllah mahalnya x( kesenangan baru ini jadi terasa bermodal sekali.

Di awal-awal sangaaaat suka foto-foto lansekap, foto-foto pemandangan dan yang sejenisnya, yang misalnya ada manusia di dalam fotonya pun bukan karena ia bergaya, atau sengaja di foto, tetapi diambil tanpa sepengetahuan si manusia, candid. Lebih terasa natural aja. Lalu makin kesini, jadi kepengen belajar juga foto yang objeknya manusia, human interest.

Terus dikasih banyak buku tentang fotografi sama seorang kakak. Udah gue rangkum di notes kecil buat catatan pribadi, jadi serasa paham gitu sama kamera dan teknik-tekniknya. Tapi ya......pas dihadapkan sama kamera nya langsung, masih suka kagok, sih, semua materi yang awalnya udah paham, jadi menguap dan hilang seketika dari ingatan, haha.

Tapi gue bakal terus belajar kok!
Gak ada yang sia-sia selama kita bersemangat mempelajari sesuatu #eahaha

"One fine night has passed."

"Orchidaceae."

"Doni Ais Pre-Wedding Photo"

"I am Indonesia."

"Pilihan Rakyat."

"Archery."

Credit belongs to me.
#Day12 disini
#Day14 disana